top of page

Basic Stability - 1.1. Initial Stability

  • Writer: desain kapal
    desain kapal
  • Jun 12, 2020
  • 2 min read

Updated: Jun 13, 2020

Kali ini kami akan membahas mengenai gaya-gaya yang mempengaruhi stabilitas kapal dan bagaimana kapal berinteraksi dengan air. Sangat penting untuk mengerti gaya-gaya tersebut karena ini merupakan dasar untuk menjaga stabilitas kapal.



Yang membuat kapal mengapung adalah gaya apung (buoyancy) yang bekerja ke arah atas melawan gaya berat kapal. Displacement adalah berat air yang ditempati oleh kapal ketika kapal terapung. Displacement kapal selalu bernilai sama dengan berat kapal.





Dalam stabilitas kapal, terdapat empat poin dasar yang harus kita pahami, yaitu Keel (K), Centre of Buoyancy (B), Centre of Gravity (G), dan Metacentre (M).




1. Keel



Keel (K) merupakan struktur memanjang dimana merupakan titik terendah pada lambung kapal. Keel merupakan bagian yang sangat krusial pada kapal dan berkontribusi dalam kekuatan kapal.







2. Centre of Gravity


Centre of Gravity (CoG/G) dari sebuah objek merupakan titik dimana seluruh berat benda dianggap bekerja pada satu titik tersebut.


Centre of Gravity dari kapal merupakan satu titik pada kapal dimana gaya berat bekerja, karena gravitasi maka mengarah ke bawah dan nilainya bergantung dari massa kapal.


Titik dimana Vertical Centre of Gravity (VCG), Transverse Centre of Gravity (TCG), dan Longitudinal Centre of Gravity (LCG) berpotongan merupakan Centre of Gravity dari kapal.


Centre of Gravity dipengaruhi oleh distribusi berat pada kapal seperti:

a. Jika beban ditambahkan pada kapal, CoG bergerak mendekati posisi tambahan beban

b. Jika beban dikurangi pada kapal, CoG bergerak menjauhi posisi dari beban yang dikurangi

c. Jika ada beban yang berpindah, CoG bergerak searah dengan perpindahan beban tersebut.



3. Centre of Buoyancy


Buoyancy (B) merupakan titik pusat geometris dari volume lambung tercelup. Titik dimana gaya ke atas dari buoyancy bekerja.


Untuk mencari titik B, sama seperti titik G, dengan menggunakan Centre of Buoyancy (LCB), Transverse Centre of Buoyancy (TCB), dan Vertical Centre of Buoyancy (VCB).


Letak dari titik B bergantung pada bentuk lambung yang tercelup. Tidak seperti titik G, titik B terus berpindah posisi ketika kapal bergerak, ini dikarenakan adanya perubahan bentuk geometri dari volume lambung yang tercelup.



4. Metacentre

Metacentre merupakan titik dimana ketika kapal miring, garis vertikal dari titik B akan berpotongan dengan garis vertikal dari titik G ketika kondisi setimbang.


Lokasi dari titik M sangat dipengaruhi oleh geometri lambung yang tercelup. Titik M hanya bisa dipengaruhi dengan mengubah volume lambung tercelup dan waterplane area.




Waterplane Area

Kapal yang mengapung memiliki waterline yang bergantung pada draught, heel, dan trim. Potongan horizontal dari kapal tepat di waterline disebut waterplane.


Ketika kapal mengalami heel, waterplane area akan bertambah dan berkurang sesuai dengan gerak heeling kapal.




Pada artikel selanjutnya kami akan membahas hubungan antara K, B, G, dan M, serta bagaimana pengaruhnya terhadap stabilitas kapal.


Sekian semoga bermanfaat!

- Eky


Comments


Subscribe Form

©2020 by Desain Kapal. Proudly created with Wix.com

bottom of page